Sok Jagoan Pengemudi Harrier Membentak dan Nyaris Tinju Polisi, Yamaha Vega Dibanting, Sumber Masalah Sepele

Sok Jagoan Pengemudi Harrier Membentak dan Nyaris Tinju Polisi, Yamaha Vega Dibanting, Sumber Masalah Sepele



Otomania.com - Seorang pemuda pengemudi Toyota Harrier bernopol BP 18 VK, nyaris baku pukul dengan dua personel Polantas Polresta Barelang, Selasa (20/10/2020) siang.


Kejadian itu terjadi di Jalan Komplek Bumi Indah (sebelah Lucky Plaza), Nagoya, Batam, Kepulauan Riau.


Pemuda itu naik pitam lantaran tak terima ditegur oleh polisi yang kecelakaan lalulintas saat itu.


Pemuda berkulit putih itu membanting dan merusak motor Yamaha Vega BP 2773 DO yang sebelumnya menabrak mobilnya.


"Bapak jangan begitu dong. Kalau kecelakaan ada hukumnya. Jangan bapak rusak dan banting kendaraan orang. Itu pasalnya lain dengan kecelakaan," ujar seorang polisi, Brigadir Hendra yang terdengar oleh wartawan Tribun Batam dari jarak dua meter.


Apa kau, kenapa kau? Saya tak urusan sama kau. Saya kan ditabrak. Orangnya lari. Cari dan tangkaplah, "pemuda yang belum diketahui namanya itu.


Suasana di jalan itu pun semakin ramai. Maklum, aktivitas masyarakat siang itu begitu tinggi. Jalan sempat macet.


Pemuda itu, dan Brigadir Hendra saling berhadapan dan nyaris baku pukul. Untungnya, beberapa warga di sana melerai.


"Kamu jangan rusak motor orang juga. Kamu melawan polisi lagi. Kamu kena nanti," kata warga melerai.


Karena sudah dilerai, motor Yamaha Vega yang nabrak Toyota Harrier bernopol BP 18 VK tersebut dievakuasi ke pos Polantas di Nagoya.


Sementara pengemudi Harrier, belum diamankan saat itu. Ia masih tersulut emosi karena mobilnya rusak ditabrak di bagian depan.


Bicara Polantas


Nyaris baku pukul seorang pengemudi mobil Toyota Harrier bernopol BP 18 VK dengan polisi yang menyebabkan kecelakaan.


Mobil Toyota Harrier itu ditabrak pengendara motor Vega BP 2773 DO di Jalan Komplek Bumi Indah, Nagoya, Batam, Kepri (sebelah Lucky Plaza).


Kejadian itu diduga karena motor ingin menghindari polisi lalu lintas dari Satlantas Polresta Barelang yang kebetulan berjalan di jalan itu.


Kemudian melawan melawan arah motor melawan dan melihat ke belakang. Tahu-tahu, Toyota Harrier bernopol BP 18 VK melakukan pekerjaan dan terjadilah laga kambing.


Pemantauan, sewaktu-waktu setelah kejadian itu, pengemudiga dan satelit yang diboncengnya terjatuh dari motor. Lalu, turun pengemudi Toyota Harrier bernopol BP 18 VK dengan emosi dan memukul.


Tiba-tiba pengemudi motor dan berlari dan meninggalkan motornya.


"Tadi menghindari polisi itu. Takut dia mungkin sama polisi. Makanya lari, tahu-tahu ada mobil di lapangan. Untung gak ada apa apa," ujar Masna warga di sana.


Kejadian itu sempat jadi tontonan warga. Karena pengemudi Harrier yang naik pitam membanting motor yang ditanggapi. Ia pun terdengar mengeluarkan kata-kata kurang pantas.


“Tangkap-tangkap !,” kata kata kata pengemudi mobil.


Selang lima menit kemudian, dua polantas datang dengan menaiki motor. Lagi-lagi saat itu terjadi keributan antara polisi dengan pengemudi mobil. Baku pukul nyaris terjadi.


Sumber: ribunbatam.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel