VIRAL, Tuhan Tak Tidur, Bocah Pemulung yang Baca Alquran di Jalanan itu, Jadi Anak Angkat Syekh Ali Jaber

VIRAL, Tuhan Tak Tidur, Bocah Pemulung yang Baca Alquran di Jalanan itu, Jadi Anak Angkat Syekh Ali Jaber


SRIPOKU.COM - Bagi Tuhan manusia dihadapan-Nya sama saja, yang membedakannya hanya iman dan takwa.

Selain jodoh dan maut yang jadi rahasia, rezeki juga sama seperti itu tidak tahu darimana datangnya.


Hitunglah misteri itu harus sama-sama diperjuangkan dengan cara halal.

Sebagai manusia pun tergantung bagaimana cara memperolehnya asal tetap dengan cara yang berkah.


Allah berfirman: "Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah akan menjadikan jalan keluar keluar, serta memberi nya rezeki dari arah yang Tidak Terduga” (QS. At-Thalaq: 2-3).


Sama halnya dengan seorang anak yang belakangan ini menjadi viral, sosoknya yang membuat kagum.

Bahkan jika mendengar kisahnya akan semakin meningkatkan semangat dalam mendekatkan diri kepada Yang Maha Pencipta.


Sebuah foto sederhana mampu memberikan sejuta makna saat melihatnya.

Foto tersebut menampilkan seorang anak yang tengah berteduh menunggu hujan reda.


Anak tersebut diketahui merupakan pemulung bernama Muhammad Gifari Akbar.

Foto tersebut viral bukan tanpa alasan, bukan juga karena pose anak pemulung yang termenung menunggu hujan berhenti.

Melainkan remaja berusia 16 tahun itu menyempatkan untuk membaca Alquran di pinggir jalan jalanan.


Seperti pepatah, Tuhan tidak pernah tidur.

Kiranya, bocah pemulung yang sudah bertahun-tahun mencari ibu kandungnya itu kini bernasib mujur.


Foto itu pun kini siap untuk membawa menuju.

Muhammad Ghifari Akbar yang viral karena membaca Alquran di emperan toko di kawasan Braga, Kota Bandung mendapat perhatian dari Syekh Ali Jaber.


Syekh Ali Jaber siap mengangkat remaja asal Kabupaten Garut itu sebagai anak angkat dan mengajaknya umrah.

Selain diajak umrah, Akbar juga akan dibimbing agar hafal 30 Juz Alquran dan dipersiapkan untuk menjadi imam besar.


Kabar itu tentu membuat Akbar bahagia apalagi dirinya sama sekali tak menyangka.

Syekh Ali Jaber menyampaikan niat baik itu melalui tayangan tvOne yakni ulama ternama itu langsung berkomunikasi melalui sambungan telepon.


Sykeh Ali Jaber menawarkan diri untuk menjadi orang tua angkat bagi Akbar.


"Mudah-mudahan hajat saya ini dikabulkan oleh ananda Akbar, pertama saya berkeinginan kalo Akbar terima permohonan saya, saya ingin jadikan ananda Akbar itu anak angkat saya ya ini yang pertama," ungkap Syekh Ali Jaber.


Kemudian, Syekh Ali Jaber juga meminta bantuan untuk bisa membimbing bocah pemulung itu menjadi penghafal Alquran bahkan Imam Besar.


"Yang kedua, saya ingin menjadi guru langsung untuk ananda Akbar, saya akan mendaki kamu sampai InsyaAllah hafal 30 juz Alquran dan InsyaAllah saya akan upaya maksimal menjadikan kamu imam besar di negeri kita Indonesia tercinta," tambahnya.


Tak tanggung-tanggung, Akbar si bocah pemulung yang beruntung juga dihadiahi umrah gratis oleh Syekh Ali Jaber.


"Terus yang ketiga saya berharap kita InsyaAllah akan pimpin Akbar dan saya ajak bisa berlebaran, saya bercita-cita melihat perjuangan Akbar ini dan saya cerita ke beberapa guru saya Imam-ima besar Masjid Nabawi mereka ikut terharu makanya saya ingin ajak di bulan Desember InsyaAllah hajat saya Umroh, "ujarnya.


"Dan nanti tanggal 10 dan 11 bulan ini InsyaAllah saya akan safari dakwah di daerah Bandung, saya akan sekalian jemput Akbar, sekalian bersama Akbar kita urus dokumen imigrasi, mudah-mudahan bisa punya KTP dan surat keluarga semua lengkap paspor yang bisa melebaran, mudah- mudahan disetujui sama Akbar, "jelas Syekh Ali Jaber pada Akbar.


Sementara Akbar yang tak menyangka peringatan bertubi-tubi menghampirinya pun merasa sangat bersyukur dan mendoakan bagi ulama asal Madinah itu.


"InsyaAllah saya setuju dengan Syekh Ali Jaber dan saya terimakasih Syekh Ali Jaber semoga sekali lagi saya mendoakan untuk Syekh Ali Jaber dilancarkan rezekinya oleh Allah SWT dan mudah-mudahan selalu sehat dengan keluarga juga dan mudah-mudahan diberkahi oleh Allah SWT Aamiin ya Robbal'alamin , "ungkap Akbar.


Syekh Ali Jaber pun mendoakan kembali Akbar agar selalu istiqomah di jalan, terutama mengutamakan Alquran.

Apapun yang kamu hadapi InsyaAllah semua jadi berlalu, kesusahan yang kamu hadapi InsyaAllah berlalu dan kita harus belajar takdir yang kita hadapai tidak akan kesusahan dan penderitaan, 'Syekh Ali Jaber.


"Tapi saya yakin apa yang dirasakan oleh Akbar sendiri selama menjaga hafalan, selama menjaga Alquran saya yakin Akbar merasa bahagia, karena sebenernya kekayaan ini bukan kekayaan tapi kekayaan hati, InsyaAllah Allah bersamamu," lanjutnya menyemangati Akbar.


Diketahui Akbar sapaan akrabnya tersebut berasal dari Garut tepatnya warga Kampung Sodong, Kelurahan Muara Sanding, Kecamatan Garut Kota.

Identitas Akbar mulai terkuak setelah Pondok Pesantren Al Hilal di Geger Kalong, Bandung, menemui bocah 16 tahun itu.


Sontak saja satu foto tersebut mengundang perhatian publik dan tak sedikit menyanjungnya berdoa agar keturunan sholeh layaknya Akbar.

Akbar mengaku mulanya dia tidak tahu jika aksinya saat mengaji difoto orang dan menjadi viral di media sosial.


Dia melihat foto tersebut saat mengetahui teman.

Akbar juga mengakui, saat foto tersebut diambil, sakit hari dia sedang berteduh menunggu hujan reda di Jalan Braga, Bandung.


Sembari menunggu, dia membaca Alquran.

Kegiatan yang diakuinya sehari-hari dilakukan di jalanan.

Di balik foto itu, mulanya Akbar berangkat ke Bandung dari Garut dengan berjalan kaki selama empat hari.


Sepanjang perjalanan, ia memulung barang-barang bekas dan dijual untuk menyambung hidup.

"Biasanya tidur di masjid atau tempat yang nyaman, empat hari sampai Bandung," kata dia.


Akbar memang putus sekolah sejak kelas 4 SD.

Pernah menjadi seorang pengamen, kini ia menjadi seorang pemulung.

Selama hidup di jalanan, ada amanat kakek dan nenek yang selalu diingat dan dijalani.


Pesan tersebut ialah shalat dan membaca kitab suci.

"Pesan emak (nenek) sama ayah cuma salat lima waktu dan baca Alquran," tutur dia.


Kebiasaan itu aman selama berkelana di jalanan.

Maka heran, Akbar pun terpotret sedang membaca Quran di toko saat sedang memulung.


Namun, dibalik keseharian Akbar memulung ternyata menyimpan kisah kelam yang menyesakkan.

Alasan Akbar udah memulung lantaran mencari keberadaan ibu kandungnya yang pergi sejak itu masih berumur 8 bulan.


Akbar selalu berdoa suatu saat ia akan bertemu dengan ibundanya.

Remaja yang putus sekolah kelas IV SD ini selalu membawa Alquran mini.

Setiap kali istirahat ia melantunkan ayat-ayat suci.



Sumber: tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel